Tuesday, October 4

Mengusir tikus di rumah secara alami: aromatherapy

Karena 'hidung lancip'nya tikus seperti dibahas kemarin, bawang putih dan buah pace/mengkudu bisa dimanfaatkan untuk 'mengusir' tikus. Caranya:
  1. Geprek/gecek 2 siung bawang putih dan letakkan disekitar makanan di meja. Kalau mau agak kreatif, tambahkan 1-2 biji cabe rawit. Kalau nggak mau 'aromateraphy'nya dibuang, nggepreknya diatas cowek/ulegan agar paginya tinggal dilanjutkan dengan garam.
  2. Kalau di sekitar rumah ada buah pace, tikus juga nggak suka bau ini.
Ok, tahunya baru itu. Selamat berjuang.

Wallahu a'lam.

Monday, October 3

Mengusir tikus di rumah secara alami

Kembali ke rumah setelah hampir 3 pekan mudik lebaran ternyata punya dampak baik juga untuk rumah. Tikus yang biasa menjadikan dapur sebagai tempat berburu tidak tampak lagi. Hanya tersisa 1 jejak ajaib: kantong plastik minyak goreng 1 liter yang disimpan di lemari bolong besar dibawah tanpa ada bekas sisa minyak. Sepertinya itu makanan terakhir bagi si Tik. Sebelumnya, repot banget ngurusin sisa makanan di meja dan di tempat sampah.

Jadi gatel nulis tips mengusir tikus secara alami:
  1. Keluarkan semua sampah (ada sisa makanan atau pun tidak) keluar rumah, karena dia akan jadi habitat berburunya tikus. Tempat sampah diluar rumah juga lebih mudah dijangkau kucing, sehingga tikus relatif tidak bisa merajalela karena pertumbuhannya tidak sempat meledak karena kelebihan stok makanan.
  2. Yang diatas, tidak menjamin tikus tidak masuk dapur. Hidung tikus yang 'lancip' akan menarik bau makanan yang tersimpan di lemari (uh oh, kebalik, ya). Solusinya, simpan semua makanan jadi didalam kulkas. Belum ada, kan, tikus yang menggerogoti pintu kulkas karena 'kebocoran' bau makanan?
  3. Memelihara kucing didalam rumah juga sangat efektif. Untuk mengatasi bau kotoran, siapkan wadah dengan abu gosok atau pasir. Jangan mengeluh karena ia memberi jasa yang besar*.
  4. JANGAN membunuh tikus dengan racun, karena akan membunuh/mengusir kucing dan merusak rantai makanan.
* Berdasar riset Downey dan Ellis (2007) "Tails of animal attraction: Incorporating the feline into the family", pada masa sekarang, tujuan memelihara kucing di rumah terutama untuk keperluan perbaikan psikologi manusia dan sedikit untuk mengontrol populasi tikus.

Beberapa riset menghubungkan antara munculnya alergen karena kehadiran kucing di rumah, tapi saya kira itu bukan alasan untuk mengusir kucing dari rumah. Kecurigaan dunia ilmiah terhadap kemunculan alergi pada manusia bukan karena adanya alergen, tapi karena kebiasaan "pola hidup bersih" yang menjadi ciri utama masyarakat kota, dimana kasus alergi paling banyak muncul. Bahkan tinjauan National Geographic menggunakan kata virtually nonexistent terkait kasus alergi di daerah pedesaan Afrika dan Amerika. Hal diatas bertumpu pada konsepsi dasar alergi sebagai respon antibodi yang berlebihan terhadap suatu materi (alergen) yang diduga berbahaya, karena "terbiasa bersih".

Wallahu a'lam.

Wednesday, September 21

Hutan perumahan

Dengan demikian, dimulailah kegiatan penghutanan itu seadanya ... Beli 1 kg benih, lalu mulai disemai dengan 1000 polybag bekas dan baru dari tukang taman di Cinere. Dan hari Senin 19 September kemarin mulai dipindah ke lahan. Hari pertama itu, selesai kira-kira 60 pohon setinggi 30-40cm. Tidak setinggi bibit yang dijual umumnya, karena penanaman menyesuaikan hujan pertama. Kebetulan pula, bibit yang lebih kecil lebih mudah beradaptasi dengan lingkungannya ketimbang yang sudah besar.

Lalu pikiran menerawang pada ide awal untuk menanami lahan tidur di perumahan dan pinggir jalanan yang TIDAK DIGANGGU kabel listrik/telpon/komunikasi lain dengan beberapa jenis pohon yang bernilai keindahan plus bermanfaat, seperti Sengon Putih (Paraserianthes falcataria), Turi (Sesbania grandiflora syn. Aeschynomene grandiflora) merah dan putih dan Flamboyan (Delonix regia).

Kebelakang, kegiatan serupa sudah dimulai di tempat yang sama dengan 1000 bibit pohon berbagai jenis hadiah dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Depok dan beberapa volunteer yang lebih dahulu mendarat di Wismamas.

Beberapa mitra yang ingin dirangkai selain RW 10 adalah Koperasi Mitra dan NGO yang bisa membantu menghijaukan bumi yang kering. Dan manusianya yang biasa menyalahkan dan membabat pohon karena manusia itu merasa nyaman dengan padang pasir dan AC. Lupa bahwa dia dan banyak mahluk hidup butuh pohon untuk hidup ...

... lalu Allah turunkan hujan untuk menghidupkan bumi yang kering ...
dan diturunkanNya
... manusia sebagai pengelola bumi ...

Wallahu a'lam.